Mar
10
2011

Profil Kota Serang

KOTA SERANG

ADMINISTRASI

  • Profil Wilayah

Serang merupakan ibu kota Kabupaten Serang dan menjadi Ibu Kota Propinsi Banten terdiri dari 4 kecamatan (Kecamatan Serang, Kecamatan Cipocok Jaya, Kecamatan taktakan dan Kecamatan Kasemen). Wilayah Kota Serang memiliki luas 188,70 km² dengan jumlah penduduk 347.042 jiwa (21,27 % dari jumlah penduduk Kabupaten Serang).

  • Orientasi Wilayah

Secara geografis wilayah Kabupaten Serang terletak diantara 5°50′ – 6°21′ Lintang Selatan dan 105°7′ 106°22′ Bujur Timur. Batas-batas wilayah
administrasi Kabupaten Serang, adalah sebagai berikut :
• Sebelah Utara : Laut Jawa
• Sebelah Timur : Kabupaten Tangerang
• Sebelah Selatan: Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak
• Sebelah Barat : Kotamadya Serang dan Selat Sunda
Secara umum wilayah Kabupaten Serang berada pada ketinggian kurang dari 500 meter dpl dan tersebar pada semua wilayah. Kemiringan tanah atau lereng selain mempengaruhi bentuk wilayah juga mempengaruhi tingginya perkembangan erosi.

  1. PENDUDUK
Jumlah dan pertumbuhan penduduk
Kota Serang berdasarkan dari Statistik Serang 2003 berjumlah 347.042 jiwa. Luas wilayah 2.492 Ha maka kepadatan penduduknya 112 jiwa/ Ha. Dari data kependudukan di atas maka Kota Serang dapat digolongkan dalam kelas kota sedang, dimana berdasar kriteria BPS mengenai kelas kota, Kota Sedang adalah Kota dengan jumlah penduduk antara 100.000 sampai 500.000 jiwa.

2. EKONOMI

Kondisi Perekonomian Daerah
Gambaran perkembangan hasil pembangunan ekonomi di Kabupaten Serang secara makro dapat dilihat dari perkembangan Produk Domestik Regional Bruto [PDRB]. PDRB Kabupaten Serang pada tahun 1993 sebesar Rp. 4,299 Trilyun, sedangkan pada tahun 1996 atas harga konstans [tahun 1993] sebesar Rp. 5,419 Trilyun dan atas harga berlaku sebesar Rp. 6,539 Trilyun atau rata-rata PDRB per tahun dari tahun 1993 sampai dengan 1996 adalah atas harga konstans Rp. 4.834.507,00 dan
atas harga berlaku Rp. 5.350.204,86. Sedangkan PDRB tahun 1997 mengalami penurunan kontribusi 9 [sembilan] lapangan usaha terhadap PDRB berturut-turut menurut ranking, sebagai berikut :

1. Atas harga konstan
• Industri pengolahan : 63,44%
• Perdagangan, hotel dan restoran : 8,85%
• Pertanian : 7,42%
• Bangunan / konstruksi : 5,06%
• Jasa-jasa : 4,45%
• Angkutan dan komunikasi : 3,84%
• Keuangan, persewaan & Jasa perusahaan : 2,68%
• Pertambangan dan penggalian : 0,25%
2. Atas harga berlaku
• Industri pengolahan : 62,15%
• Perdagangan, hotel dan restoran : 9,28%
• Pertanian : 7,66 %
• Bangunan / konstruksi : 5,10 %
• Jasa-jasa : 4,60 %
• Angkutan dan komunikasi : 4,02 %
• Keuangan, persewaan dan jasa perusahaan : 2,776 %
• Pertambangan dan penggalian : 0,26 %
Dari angka-angka di atas, nampak bahwa pembangunan ekonomi Kabupaten Serang lebih dari setengah kontribusi PDRB didominasi lapangan usaha industri dan pengolahan sedangkan lapangan usaha lainnya telah dikuasai oleh sektor sekunder, seperti nampak pada kontribusi kelompok sektor usaha rata-rata per tahun 1993- 1996, sebagai berikut :
1. Atas harga konstan kelompok sektor usaha
• Primer (pertanian dan penggalian penambangan ) ;7,67%
• Sekunder (industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih) :67,50 %
• Tersier : 24,83 %
2. Atas harga berlaku kelompok sektor usaha
• Primer (pertanian dan penggalian penambangan ) ; 7,93 %
• Sekunder (industri pengolahan, listrik, gas dan air bersih) : 66,33 %
• Tersier : 25,74 %

Sebaran lapangan pekerjaan kegiatan ekonomi masyarakat berdasarkan hasil susenas tahun1996 sampai dengan tahun1997 menyatakan bahwa rata-rata persentase penduduk 10 tahun ke atas yang bekerja menurut lapangan pekerjaan utama Kabupaten Serang menurut ranking sebagai berikut :
  • Industri pengolahan : 13,99%
  • Perdagangan, hotel dan restoran : 19,89%
  • Pertanian : 37,06%
  • Bangunan / konstruksi : 7,06%
  • Jasa-jasa : 11,87%
  • Angkutan dan komunikasi : 7,96%
  • Keuangan, persewaan & Jasa perusahaan : 0,38%
  • Pertambangan dan penggalian : 1,38%

Atau dilihat dari distribusi sektor lapangan usaha utama masyarakat :

  • Primer : 38,60 %
  • Sekunder : 14,58
  • Tersier : 46,82 %

Dari angka-angka di atas nampak bahwa adanya ketidak seimbangan secara porposional, antara besaranya kontribusi tiap lapangan usaha terhadap PDRB dengan besarnya lapangan pekerjaan utama pada masyarakat. Tampak bahwa perekonomian Kabupaten Serang secara makro dibangun oleh sektor sekunder, terutama industri dan pengolahan. Sedangkan kegiatan perekonomian masyarakat secara mikro masih berbasis pada sektor primer, terutama pertanian.

  • FASILITAS UMUM DAN SOSIAL

Fasilitas Pendidikan
Salah satu sisi dari keberhasilan pendidikan ditandai dengan meningkatnya partisipasi sekolah pada semua kelompok usia sekolah. Angka Partisipasi Kasar(APK)penduduk usia SD 7-12 tahun meningkat dan 92,30% pada tahun 1993 menjadi 120% pada tahun 1997. Angka Partisipasi Murni( APM) sebesar 86,07% pada tahun 1993 meningkat menjadi 100,19% pada tahun 1997. Pada tingkat penduduk usia SLTP 13-15 tahun, APK meningkat dari 30,64% pada tahun 1993 menjadi 49,46% pada tahun 1997 sedangkan APM AIM sebesar 23,84% pada tahun 1993 meningkat menjadi 51,72% pada tahun 1997. Untuk penduduk usia SLTA 16-18 tahun, APK meningkat dan 22,75% pada tahun 1993 menjadi 33,32% pada tahun 1997 sedangkan APM sebesar 16,38% pada tahun 1993 meningkat menjadi 33,52% pada tahun 1997. Keberhasilan wajib belajar terlihat secara nyata dengan penurunan persentase penduduk yang buta huruf dan peningkatan penduduk yang bersekolah. Penduduk dengan usia 10 tahun ke atas yang buta huruf tahun 1995 sebanyak 12,18% dan jumlah penduduk Kabupaten Serang, pada tahun 1997 jumlah tersebut turun menjadi 6,28% sedang Angka Melek Huruf [AMH] sebesar 84,78% pada tahun 1993 naik menjadi 91,71% pada tahun 1997. (Pemerintah Daerah Kabupaten Serang: Pola
dasar pembangunan daerah Kabupaten Serang tahun 1999/2000-2003/2004) Guna membangun berbagai pola pembangunan serta dalam upaya pembangunan sumber daya manusia [human resources development] di Kabupaten Serang juga berdiri berbagai perguruan tinggi, antara lain; Universitas Tirtayasa, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri [STAIN] Maulana Hasanuddin, Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi [STIA] Maulana Yusuf, Institut Agama Islam Banten [LAIB] serta beberapa akademi
setingkat D1 dan D2.
Sarana kesehatan merupakan sarana sosial yang sangat penting dalm membentuk Sumber Daya Manusia yang sehat. Dengan luas wilayah Kabupaten Serang 188.718,00 Hektar dan jumlah penduduk sebesar 1.638.812 jiwa pada tahun 1996, dilayani oleh 10 unit Wahana Yankes Dasar yang tersebar di 9 Kecamatan di Kabupaten Serang. Dan untuk memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat di setiap kecamatan terdapat Puskesmas dengan jumlah seluruhnya 39 Puskesmas dan dibantu oleh 62 puskesmas Pembantu serta 29 buah Puskesmas Keliling. Sarana kesehatan ini didukung oleh 71 orang tenaga Dokter dan 435 Bidan. Disamping itu terdapat pula 1.410 tenaga Dukun Bayi terlatih yang sudah mendapatkan bimbingan/pengetahuan Kebidanan dari Dinas Kesehatan Daerah Tingkat II Serang. Jenis dan jumlah sarana peribadatan di wilayah Kota Serang sampai dengan akhir tahun 1996 meliputi:
1. Masjid 2.163 buah
2. Langgar 3.871 buah
3. Mushola 295 buah
4. Gereja 5 Buah
5. Vihara 4 buah

  • SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN

Komponen Air Bersih
Kapasitas produksi air terpasang sampai dengan tahun 2003 sebesr 439,42 lt/dtk, yang tersebar pada beberapa instalasi pengolahan. Dari jumlah tersebut yang terpakai hanya 334,98 lt/dtk atau sebesar 76,23% sehingga masih terdapat sisa kapasitas sebesar 104,44 liter/dtk yang belum dimanfaatkan. Mengingat potensi masyarakat di Kota Serang per 31 Desember 2003 seluruhnya adalah 1.735.560 jiwa dengan cakupan pelayanan baru mencapai 188.497 jiwa atau 10,86% maka diupayakan untuk memanfaatkan kapasitas yang tersedia dengan pengembangan jaringan distribusi pada tahun 2004 yaitu daerah Bojanegara, Kasemen dan Kandayakan selain dengan cara mengusulkan pengembangan atau pembangunan instalasi.

Leave a Reply